PPID Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta Cengkareng

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta Cengkareng

Merdeka Ekspor, Komoditi Pertanian Banten Capai Rp 40,36 M




JakartaMenurut Andika, inisiasi kegiatan Merdeka Ekspor yang dilakukan untuk meningkatkan ekspor ini berdampak besar terhadap nilai kesejahteraan petani yang kian membaik.

Dalam kesempatan ini, Andika juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang memotivasi pelaku usaha pertanian di Banten untuk terus meningkatkan kualitas produksi berdaya jual ekspor.

Andika mengungkap Provinsi Banten telah berhasil melepas berbagai komoditas produk pertanian melalui Bandar Udara Soekarno Hatta sebagai salah satu pintu gerbang ekspor nasional dari 17 pintu yang ada. Bahkan, kata Andika, transaksi ekspor tersebut nilainya cukup besar, yakni sebesar Rp 40,36 miliar.

Adapun komoditas yang diekspor dari Provinsi Banten antara lain sarang burung walet, tanaman hias, tanaman akuarium, sampai binatang reptil. Sementara itu, 17 negara tujuan ekspor dalam kegiatan ini antara lain China, Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Jerman, Colombia, dan Vietnam.



Sebelumnya Presiden Jokowi diketahui telah melepas ekspor pertanian ke 17 negara melalui 17 pintu yang ada di seluruh Indonesia. Ia mengapresiasi kegiatan merdeka ekspor yang diinisiasi jajaran Kementan. Menurutnya, sektor pertanian adalah sektor yang tangguh dan memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sesuai arahan bapak Presiden bahwa investasi dan ekspor merupakan faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, kami terus berupaya mendorong ekspor produk pertanian ke berbagai negara," pungkasnya.

Untuk diketahui, pelepasan ekspor di 17 Provinsi dalam Merdeka Ekspor ini dilakukan di beberapa tempat seperti Pelabuhan Tanjung perak yang memiliki nilai devisa sebesar Rp 1,3 triliun, Laut Dwikora Pontianak Rp 194,31 miliar, Pelindo 1 Pekanbaru Rp 1 triliun, Pelabuahan Belawan Rp 431,6 miliar, Tanjung Priuk Rp 435,1 miliar dan Tanjung Emas Semarang sebesar Rp 400 miliar lebih.